Masih cerita seputar perkembangan Putri , bahwa akhir2 ini aku merasa semakin kesulitan dalam mengikuti perkembangn Putri ku ini.
Aku ingin mengintropeksi diriku untuk mengetahui apa yang sudah aku lakukan, apa yang sudah terjadi pada Putri ku sepanjang hidupnya yang baru berjalan 8 tahun ini.
Semoga ini akan menjadi kenangan terindah dan menjadi memori yang tak terlupakan untuk mengingat apa yang sudah terjadi dalam hidupmu, dan apa yang sudah aku lakukan untuk mu..
Baby Princess …
Putriku.. lahir sebagai bayi mungil tercantik bagiku, anugrah terindah bagiku, yang juga memberi begitu banyak perubahan pada diriku dan jiwaku.
Tubuh mungil. Mata sipit , kulit putih , menurut semua yang melihatya, putri benar2 mirip suamiku, whuaaa.... kalo kata mitos nih, waktu hamil, aku selalu sebel ama suamiku, jadinya mukanya mirip bapaknya… heehehe. Mitos banget yak.. apa pula hubungannya.. :D
Ada satu kisah sedih yang aku alami , yaitu saat aku harus meninggalkan putri yang baru berusia 2 bulan untuk keperluan pelatihan dalam rangka promosi jabatanku (hiks. Duniawi sekali ya..). Pelatihan ini berlangsung diYogyakarta selama 3 bulan bertempat di UGM.
Sempat terpikir bagiku untuk menolak promosi itu, karena aku baru saja menikmati menjadi seorang ibu, aku ingin menghabiskan waktu ku untuk mengurusnya, menjaganya dan mencintainya. Tapi semua orang mendorongku untuk mengambil kesempatan itu, karena ini adalah karier dan demi kemajuanku. Tidak ada seorangpun yang mendukungku untuk menolak promosi ini…
Cukup lama aku memikirkan hal ini, akhirnya aku memutuskan pergi, karena akupun tidak dapat egois, banyak orang yang mengandalkan aku . Banyak yang membutuhkan aku untuk membantu dalam bidang materi, bila aku menolak, bagaimana aku bisa membantu mereka. Dan aku juga harus membanggakan orangtuaku karena hanya aku yang bekerja di keluargaku, setidaknya inilah yang bisa dijadikan kebanggaan oleh ayah ibuku.
AKu hanya bisa bersedih dan pasrah untuk meninggalkan bayi mungilku…Dengan tangisan aku tinggalkan putriku … Aku harus pasrah ….
Putri dan ASI
Dengan kepergianku ke Yogya, aku terpaksa harus membuang ASI ku setiap hari di toilet. Tetesan ASI seiring dengan tetesan air mataku, terbayang wajah putriku yang kehausan sementara aku di Yogya harus membuangnya. Saat itu aku tidak mengerti mengenai konsep ASI Perah, aku tidak tahu bahwa seharusnya aku bisa tetap memberikan ASI walau ada jarak antara aku dan Putri.
Apalagi aku bisa pulang 3 minggu skali, shg seharusnya aku masih bisa dong ngasih ASI ke Putri, tapi apa kata orang2 lain, bahkan dokter yang sempat aku konsultasi padanya mengatakan bahwa ASI ku sudah BASI dan tidak layak diberikan lagi pada Putri... arrgggghhhhh pengen marah rasanya kalo ingat hal ini.
Padahal ga ada namanya ASI basi, padahal aku masih bisa memerah, aku simpan di kulkas dan aku bawa setiap pulang keJakarta, dah semua kendala ini seharusnya tidak menjadikan aku putus ASI kannn....
yaaa sudahlah.. sudah terlanjur.. dan ini yang jadi alasan bagiku untuk memberikan ASIX pada Fadhl, menyuarakan ASI pada teman2, ibu2 yang belom mengerti shg kejadian aku tidak terulang lagi.
Apa efeknya ..??? Banyak banget....
Putri akhirnya merasakan Sufor , dan dengan adanya penggunaan botol, tentulah sarana bakteri dan kuman menjadi lebih banyak. Blom lagi Putri sudah dipaksa makan saat usia 3 bulan, makanan instan pula. Hasilnya, Putri gampang sakit, bulan pertama aku tinggal, dia harus masuk RS karena diare akut, terkena amoeba.. betapa pedihh hatiku... seandainya... hiks..
Usia 10 bulan kembali Putri masuk RS karena diare, lagi, dan berulang saat usia 3 th dengan diagnosa tipus.. hiks.. semua salahku, ketidak mengertian aku , kepasrahan aku shg putri harus merasakan berbagai macam Anti Biotik, obat2an dalam dosis tinggi dan keras, padahal kalau aku ingat2, seharusnya tidak perlu sampai segitunya.
Sekarang2 sih setelah ibunya mulai melek dan belajar banyak ttg kesehatan, Alhamdulillah udah ga pernah ke dokter lagi tuh,... karena cuman common problems aja sih.... yang penting kan jaga kebersihan, jaga asupan dan istirahat yang baik. So easy kan....
Bersambung.... next : Putri dan Tantrum
.jpg)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar