Bogor, 16 Juli 2012
Melepas sang buah hati perg walau sementara darimu ternyata begitu berat, lebih berat dari perasaan yg sudah saya persiapkan.
Bohong besar jika saya berkata bahwa saya tidak sedih atas kepergian putri menuntut ilmu di Boarding School (BS), bohong besar jika saya berkata kuat lahir batin ... Tidak semudah itu menyusun kepingan perasaan yang terserak , sebagian lepas teruji keikhlasan . Terasa sudah, beginilah pedihnya rasa rindu...
Tiada hidup yang berjalan tanpa ujian, dan kali ini ujian itu dengan berani saya hampiri. Dan tentu saja konsekwensi dari itu semua adalah bahwa saya harus siap, harus berjuang , mengundang rindu dan keteguhan niat ke altar pertempuran .
Saya yang menantang, maka saya yg harus menghadapi. Saat rindu mencekam, maka saya harus membuka kemballi lembaran awal tentang mengapa saya melakukan ini semua ini. Mengingat kembali apa niat awal saya , menguatkan kembali semangat saya, hingga rasa lemah dan lengah itu mampu ditepis dan meninggalkan syaitan pembisik dalam kekalahan.
Berjuanglah dirimu disana dengan dirimu sendiri, dan bunda akan berjuang bersama doa yang indah agar perjuangan kita bisa berhasil . Tuntutlah ilmu dunia dan akhrat disana,, dan bunda akan mencari ilmu pula untuk diri bunda disini. Hingga pada akhirnya, bekal kita untuk persiapan akhhirat akan semakin tebal dan syurga menantii kita bersama, InsyaAllah.
Rindu ini hanya rasa,
Bisa terendam..
Doa melayang..
Meniupkan asa..
Kita kan bersama,
Dalam bahagia.....
Kelak ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar