Udah ah curhatan masalah pemilu-nya. Sekarang mo senyum senyum cerita tentang keluarga di rumah. Dan kali ini adalah sang Kaka, my one and only princess at home, Syifa Rizquita Putri aka Putri aja.
Sebetulnya dah lama pengen bikinin kamar buat kaka, eh sebetulnya malah dia udah punya kamar sih, Kamar yang dibuat dengan conecting door dengan kamar ku dan ditengahi dengan kamar mandi. Tapi ternyata dipikir2 ga bisa mengakomodir karena kalo kaka di kamar itu, adek2 yg cowo itu mau ditumplekin di kamarku juga ga mungkin lah.
Selama ini jadinya kaka tidur bareng aku dan Fadhl, sedangkan yang cowo tidur di kamar yang sebetulnya untuk putri itu.
Namun seperti anjuran di agama, bahwa anak diatas 7 tahun dah selayaknya tidur terpisah dengan ibu bapaknya, dan secara psikologis juga dah ga baik dia masih tidur gabung dengan aku. Berdasarkan pertimbangan itu , aku dan bapaknya berdiskusi dan memikirkan cara terbaik untuk masalah ini.
Mau bikin kamar baru, wah terbentur dana, nanya sana sini, untuk buat kamar baru di atas butuh sekitar 15 juta minimal, mo tambah di belakang, lahan udah ga ada, dan akan banyak perbaikan jadinya dan budgetnya akan nambah besar lagi. Wah belum bisa untuk saat ini, karena tahun ini emang ga bikin target itu sehg alokasi dana emang ga ada buat bongkar rumah lagi.
Mau memanfaat kan ruang yang ada diatas, juga dah ga mungkin, karena rumah kami memang sebetulnya dulu dirancang tidak bertingkat, namun perkembangannya aku butuh untuk ruang asisten dan gudang, yang akhirnya merembet menjadi lantai meizanine dengan atap yang lumayan tidak terlalu tinggi. Lantai Meizanine itu saat ini di gunakan untuk ruang asisten, gudang, serta bagian tengahnya untuk ruang bermain dan ruang kerja bapak. Nah mau memanfaatkan ruang main itu , tapi kok ga tega karena ada bagian atap yang miring dan sangat rendah, dan mengingat putri punya asma, maka kami butuh sirkulasi udara yang sangat baik demi kesehatan putri . Jadi rencana inipun di delete dari pertimbangan kami.
Akhirnya rencana mentok adalah memanfaatkan kamar tamu. Selama ini kamar tamu itu dimanfaatkan sebagai kamar bila mamah dan keluarga ku datang, jadilah disebut sebagai "kamar Nini" , dan menurut suamiku ya sayang jg kalo ga dimanfaatkan, toh mamah ayah juga jarang datang dan insya Allah juga ga akan tersinggung bila kamar itu dijadiin kamar Putri .. nanti bila mereka datang, ya Putri ngungsi ke kondisi awal, sampai kita punya dana untuk bikin kamar yang baru lagi.
Agak ragu pada awalnya, dan sempat kepikiran apa perlu minta ijin yaa .. tapi ini kan rumahku, masa aku pengen bongkar rumah sendiri kudu minta ijin sih . Ya udah akhirnya kesepakatan di buat dan jadilah kita menjadikan "kamar nini" itu sebagai kamar Putri.
Lalu masalah perabotan, dana untuk beli kasur baru, lemari baru jg bener2 ga ada budget, dan demi menjaga perasaan mamah, kami akhirnya berbincang sama Putri , bahwa isi kamarnya kami tidak akan rubah, tetap pada kondisi lama , dengan kasur besar, lemari besar yang tetap juga diisi oleh pakaian mamah ayahku. Hanya ada bagian lain di lemari yang kami spare untuk juga jadi tempat pakaian Putri . Mudah2an dengan jalan ini, orangtuaku tidak terlalu merasa disisihkan , dan untuk sementara semua keperluan dan kebutuhan terakomodir.
Yaaaa jadilah sabtu kemarin kami kerja bakti, mindahin posisi tempat tidur supaya lebih nyaman, mindahin meja belajar putri, pasang cermin buat anak gadisku dan Putri tampak senang sekali karena memiliki ruang sendiri untuk aktivitasnya.
Beres sudah satu permasalahan dan mulai hari Minggu kemarin, Putri sudah tidur sendiri dikamar barunya. Walau pintu masih setengah dibuka sehingga masih bisa terlihat dari kamarku yang juga aku buka sedikit. Pelan pelan dia akan terbiasa tidur sendiri dan akan mandiri dengan kehidupannya.
Alhamdulillah kami masih diberi rizki dengan memiliki rumah yang apa adanya. Alhamdulilah masih ada jalan bagi kami untuk memberikan fasilitas kepada anak anak kami walau apa adanya. Alhamdulillah anak anak kami mau mengerti dan memahami apa yang kami miliki juga apa adanya. Sehingga menerima, ikhlas , sabar dan tenang sudah menjadi biasa bagi mereka.
Untuk tahun depan, harus mulai nabung buat bikin kamar beneran, karena jagoanku dan 7 tahun berarti....
Wah kalo dah punya kamar masing masing, walau yang cowo harus gabung dulu ber 3, berarti aku bakal sepi dong ... ga seru ah ama bapaknya doang ... hmmmmm apa nambah baby lagi yaaa..... HAHAHAHHAAA .... awas jangan nge-gosh yaaaaaa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar