Senin, 12 November 2012

Kenapa ya dengan Putri .... Sep 4, '07 11:29 AM


Semalam putri ngeluh lagi, katanya di sekolah udah 4 hari ini perutnya sakit lagi. Tadi siang dia sempat istirahat di ruang guru karena sakit banget. Sakit nya ga begitu lama, cuma katanya kalo kambuh, wah sakit banget rasanya.
Memang sejak lama putri suka ngeluh kalau perutnya sakit, tapi dalam sebulan ini kok frekwensinya lebih sering ya... 
Waktu pertama dia ngeluh gitu aku kira dia cuma cari perhatian, karena setelah aku usap dan elus , dia merasa nyaman dan tenang lagi. Tapi semakin lama kok dia jadi sering bilang sakit dan aku lihat mukanya kalo sedang sakit itu, kok kayaknya dia memang menahan sakit yg sangat.
Aku tanyakan apa sakitnya mules spt mau pup, cuma dia bilang bukan, karena pup-nya normal dan ga mules. Trus aku coba tekan perutnya yang sakit , terkadang dia merasa sakit, dan terkadang cuma sakit sedikit katanya.. nah aku bingung khan...

Pernah suatu malam dia tiba2 nangis kesakitan, dan ga bisa bergerak karena perutnya sakit, aku coba tekan bagian perutnya yang sakit dan coba tekuk kakinya untuk mengetahui apa ada indikasi usus buntu, saat itu dia bilang memang sakit tapi ga begitu sakit katanya... (nah untuk rasa sakit dan tidak sakit ini khan relatif ya...) dan beberapa saat setelah aku balur minyak telon, dia mulai nyaman dan mulai bisa tertidur kembali.
Kenapa ya sama perut putri ..? Apa iya dia cuma pura2 atau cari perhatian ?
Bagaimana kalau kondisi itu adalah suatu kondisi yang serius?
Apa perlu aku bawa ke dokter, soalnya bingung juga aku, kalau ke dokter saat dia ga ngerasa sakit , trus apa dokternya bisa tahu sakitnya itu mengarah kemana ? 
Sampai dibatas mana ya aku mesti santai menghadapi rasa sakitnya dia ..?
Aku takut bila ternyata semuanya terlambat terdeteksi.... karena kesantaian aku menghadapi ini. Aku berusaha rasional, tapi bila frekwensi keluhannya semakin sering, sampai dibatas mana kerasionalan aku ...??
Hiks .. benar2 bingung aku..... 

Kalau mengingat kejadian2 dulu menghadapi putri, ingin rasanya aku menangis mengingat kebodohanku dan kelemahanku. Bayangin aja, sejak bayi putri dah dirawat 3 kali di RS untuk indikasi Diare akut, adn tifus (katanya ... cuma dari hasil test widall) dan sudah bermacam2 antibiotik disuntikkan dan diminumkan ke tubuhnya, bahkan saat diare itu, dia butuh obat yang disuntikkan ke tubuhnya 2 kali sehari padahal usianya baru 5 bulan... hiks... Trus saat tifus itu dia harus mendapat infus dan juga bermacam2 antibiotik.
Belum lagi untuk sakit2 batuk, pilek dan common problem lainnya, selalu aku bawa ke dokter dan ujung2 nya ya antibiotik lagi deh.... Hmmm ini kesalahan aku yang parah ya... dan apa mungkin dampaknya baru terasa kini ?. 
Putri baru bebas dari obat2an setelah usia 5 tahun, setelah aku mudeng akan RUD, berbahayanya AB yang digunakan tidak pada tempatnya dan penanganan penyakit harian yg sebetulnya TIDAK butuh obat apapun.

Putri adalah satu2nya anakku yang hanya merasakan ASI  2 bulan saja, karena aku terpaksa harus ninggalin dia demi pekerjaan selama 3 bln ke Yogya. Belum lagi begitu banyak tangan yang mengurus dia, yang aku sendiri ga bisa mengontrolnya (maafkan bunda ya ka..) .

Untuk adik2nya Alhamdulillah aku bisa memberikan lebih baik dari sebelumnya, walau belum ngerti ASI Eksklusif, tapi adik2nya merasakan ASI lebih lama dari pada kaka. dan memang kekebalan tubuhnya beda sekali dengan kaka. Alhamdulillah mereka jarang sakit, ya kecuali batpil biasa yg ga perlu obat, atau paling panas dan cukup dg sanmol saja. 
Ga seperti kaka yang sangat rentan dengan sakit dan terutama saat ini dengan sakit perutnya... ahhh.. ada apa dengan perut kamu ya sayang.... Ibu khawatir, tapi ibu juga ga mau asal2an  dan nyemplungin kamu ke obat2an yg ga perlu lagi... 

Ya Allah.. beri kemudahan aku untuk menghadapi ini, beri kekuatan dan nikmat sehat bagi ku dan keluargaku...
Mudah2an putri ga kenapa2 ah..... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar