Senin, 12 November 2012

Putri dan puasanya ..... Oct 1, '08 9:42 PM

AKhirnya tiba juga di akhir Ramadhan ... sedih sekali rasanya akan meninggalkan rutinitas berpuasa di bulan Ramadhan, bangun sahur, tilawah bareng anak2, berbuka puasa, suasana dan udara ketenangan dan religi yang sangat kental ...hiks... bener2 menyedihkan untuk ku .

Tidak ada persiapan khusus, semua seperti lebaran tahun sebelumnya, hanya sedikit mengurangi untuk menghindari kemubaziran. 

Malam takbir teriring hujan lebat di Bogor .. aku  dan putri menata kue kering yang ala kadarnya di meja tamu, sambil sesekali kami (aku dan bapaknya) menerangkan mengenai makna lebaran, makna puasa yang telah berhasil dilewati dan apa yang harus dilakukan setelah puasa ini selesai. Saat saat santai seperti ini lebih memudahkan kami untuk memberi masukan dan kaidah2 agama terhadap anak2 kami. Mereka mampu berdiskusi dan kadang tanpa segan berargumen dan meminta rujukan. Alhamdullillah, koleksi buku kami, sampai saat ini bisa mengakomodir semua pertanyaan mereka. Kalaupun bila ada yang tidak dapat kami jawab, maka kamipun tidak segan untuk bilang bahwa kami akan mencari rujukan shahihnya, dan dengan semangat mereka akan mencatat itu sebagai hutang ..  

Alhamdulillah tahun ini Putri bisa menyelesaikan puasanya dengan cukup baik. Dia batal 5 hari , kalo dibilang batal total sih ga, krn dia cuma ngecharge di siang hari, trus nerusin puasa lagi.. heehehehe .. sama aja yak ... Tapi bagi aku pribadi, keinginan, tekad, dan semangat nya untuk menjalankan perintah agama ini sangat aku banggakan, karena dia sudah mengerti bahwa puasa bukan hanya sekedar menahan lapar dan haus , bahwa ada makna lebih dari puasa itu sendiri, yaitu lebih kepada menahan hawa nafsu. 
Putri sudah bisa menegurku bila aku nyaris kebawa nafsu untuk beli macam2 dan dia negur dengan ... "bu, apa perlu sebanyak itu??? nanti ga ada yang makan loh, kan puasa"
Atau saat melihat orang yang tinggal di tempat tidak layak, dia akan berucap Alhamdulillah, aku masih punya rumah dan bisa makan.

Namun ada satu yang masih susah dikendalikan oleh Putri, yaitu esmosinya kepada adik2nya... hehehe.... Kadang bila dia sudah tidak sabar akan kenakalan adik2nya, dia cepat teriak dan bertindak kasar, aku hanya bisa meliriknya dan berucap istighfar. Dan dia sudah tahu kalau tindakannya adalah salah dan langsung dia memelukku dan berucap maaf karena kurang bisa menahan diri.... 
Tapi emang adek2nya itu nakal banget sih, jangan kan putri, aku aja suka kesel ... emang ga sampe tereak sih, tapi ini kepala nyaris berasap kali.. .
Makanya sekarang kesepakatannya adalah, kita (cewe2) ga boleh terpancing emosi ama itu cowo2 nakal (hehehe) , cuek dan senyum aja... iya ya ka ...

Hari ini , saat Sholat Ied telah selesai dilaksanakan, sebagai akhir dari perjuangan dia kali ini , aku tanyakan apa yang dia inginkan sebagai hadiah atas keberhasilan dia? . Dia hanya menyebutkan , bahwa apapun yang ibu ingin berikan, maka berikanlah untuk anak2 yatim , sumbangkan aja bu... 
Hiks...... terharu banget ga sih ..... 
Syukur Alhamdulillah, Putri memiliki empati yang tinggi dan insya Allah menjadi gadis Sholehah....

Perjuangan keimanan kita masih panjang sayang... yuk belajar, menuntut ilmu sedalam2nya dan menanam ibadah sebanyak2nya sehingga dapat menjadi bekal kita nanti di akhirat. 

 I Love You....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar