Kembali kepada sakitnya Putri, sejak awal aku curhat tentang sakit perutnya, aku dah yakin kalau ini lebih ke masalah psikis, lalu pemeriksaan oleh Dr.Ian mengarah kepada gejala Dispesia Fungsional. Lalu aku pelajari semua itu, semua memang mencirikan itu. Penyembuhan hanya dengan Antasida, butuh waktu dan belum perlu pemeriksaan lanjutan selama belum ada alarm symptons yang mengarah ke pada kebutuhan pemeriksaan lanjutan. Ya, Putri tidak memiliki gejala lain, usus buntu dah disingkirkan dari dugaan, krn tidak ada sakit saat kaki ditekuk, BAB , BAK lancar, tidak ada darah atau hitam, tidak ada muntah yang parah/berdarah, bahkan demam pun tidak ada sama sekali, jadi yaa dugaan tetap sama , pada dispesia fungsional dengan adanya uskus. Aku tenang , karena aku tahu guideline nya....
Namun, rasa sakit, tangisan Putri, komentar, ucapan beberapa orang cukup membuatku panik beberapa saat, sampai aku pun akhirnya diskusi lagi dengan Dr.Ian, mencari tahu kemungkinan lainnya, dan akhirnya ada wacana untuk cek ke ahli Gastro bila 1 minggu belum membaik dan semakin parah sakit di perutnya. Kita sempat panik ya yan ... maaf banget dah ngegangguin dirimu terus .. thx a lot ..
Namun dikala tenang , aku mulai berpikir lagi, hati kecil ku berkata she's fine, hanya butuh waktu recovery , daya tahan tubuhnya yang relatif lebih lemah membuatnya membutuhkan waktu lebih lama untuk recovery. Aku sangat meyakini itu, dan intuisi seorang ibu biasanya sangat kuat. Aku tidak memiliki kecurigaan dan keinginan untuk memikirkan kemungkinan buruk, aku hanya ingin alam bawah sadarku mengingatkan ku bahwa she's fine, tidak ada apa apa dan semua akan berakhir dengan baik. Ini hanya masalah psikis, dan dia butuh refreshing. Setiap malam dikala tidurnya, aku letakkan tanganku diatas perutnya yang sakit, sambil berbincang , berusaha melepaskan beban yang ada dipikirannya, membuatnya rileks dan berharap energi positif ini akan membantu meringankan dan menyembuhkannya. Dia suka sekali jika tanganku ada diatas perutnya, jadilah tiap malam (sampai saat ini pun masih) tangaku yang satu pegang perut dia, satu nya lagi ditindih ama fadhl... hhehhe bener2 kayak orang tak berdaya deh .. gpp lah, demi anak2..
Jum'at 24 Juli kemarin , berarti tepat 1 minggu dia sakit, aku tiba2 berpikir untuk memberikan dia surprise, ya hadiah lah, apa bentuknya aku blm ada ide. Siang itu saat istirahat aku ditemani teman, menyempatkan diri ke ASEMKA , dan dari satu toko ke toko lain , blm ada satupun yang klik dihati untuk aku beli buat Putri, sampai di satu toko akhir, aku terpaku pada mainan Scrabble dan Monopoli.. YES !!! aku langsung sreg banget dan tanpa pikir panjang aku beli ... Aku yakin Putri akan senang , karena aku pernah cerita tentang permainan monopoli dan dia dulu pengen dibeliin suatu saat jika ibu ada uang. Tak sabar rasanya sore itu aku bawa oleh2 untuk Putri dan adik2nya, Alhamdulillah hari itu ada bonus nih, jadi gpp lah obral dana dikit buat anak2...
Betul saja, pulang kantor, aku kasih ke Putri.. dan wow... ekspresinya indah sekali, dia senang banget dengan hadiahnya dan tanpa menunggu besok, dia langsung main sementara aku menyiapkan barang2 untuk dibawa esok harinya pada acara Famgath kantor ke puncak. Aku benar2 berharap hadiahkku , ditambah dengan rekreasi bersama bisa membantu recovery sakitnya Putri.
Sejak Sabtu itu obat aku stop (selama ini hanya kasih antasida/mylanta dan paracetamol bila sakit aja) . Aku ingin liat perkembangannya. Dan Alhamdulillah, kegiatan famgath bisa membuatnya sembuh... bertemu dengan teman2 nya, ikut lomba, bahkan berenangpun tidak menjadi halangan baginya. Sempat malam hari dia sakit , itu lebih dikarenakan suara bising band yang ada di gedung pertemuan yang memekakkan telinganya.
ENOUGH.... keyakinanku terbukti, ini benar2 lebih terpengaruh masalah psikis, ya mungkin memang ada sedikit luka , namun penyebab utama aku masih yakin adalah psikis, beban baru masuk sekolah , ketemu dan berantem dengan teman ternakal, PR yang mulai banyak, menjadi pemicu bagi sakitnya.
Sejak hari senin dia sudah sekolah, dan smua baik2 saja, dan sekarang yg perlu dijaga adalah pola makan, jenis, waktu makan dan cara makan, lainnya adalah menghindari stress, hehehe lucu juga ya, anak 9 th bisa stress ... btw ada hubungannya ga ya dengan krn dulu waktu dalam perut ketubanku dah ijo , krn kata dokter bayinya stress.. waddoohh..
Nah disisi lain, dia jadi ngefans banget ama dr.Ian, pake sms , bu, jangan lupa bilang dr.ian, kaka dah sehat... makasih cerita nya, dan obatnya. hehhee .. hmmm jangan ge er ye non..
Nah ada lagi nih, karena dia ga boleh stress, apa2 skrg curhat, mengeluh, bu PR kaka banyak, kaka ga sanggup, bla bla bla bla... aku bete juga di keluhin mulu, akhirnya aku cuekin kan, eh dia sms lagi.. "katanya kaka ga boleh stress, katanya kaka harus cerita supaya ga sakit, ya kaka cerita, kalo kaka cerita jangan dimarahin , nanti sakit lagi kata dr.Ian"... huhuhuhu... salah persepsi nih... kudu dilurusin nih , jangan sampe ini jadi alasan dia spy terhindar dari disiplin .. hmmmm serba salah dah.
Alhamdulillah satu tahap sudah terlewati, sekarang tinggal kita jaga , kita cegah supaya tidak terulang, dan semoga perjuangan kita kemarin bisa memberi kekuatan bagi tubuh putri .
Dan satu kebanggaanku, bahwa aku masih bisa rasional, walau sempat panik dikit, Putri tidak perlu overtreatment, ga pake obat2an keras, ga bolak balik dokter, dan Alhamdulillah punya suami yang 1000% mendukung aku, percaya dengan keputusanku, karena dia yakin, seorang ibu tidak akan memberi yang tidak baik untuk anaknya.
Terimakasih buat semua teman2 yang sangat perhatian pada kondisi Putri, atas doanya, dan atas segalanya deh ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar