Putri kambuh lagi sakitnya, kali ini sakit perut yang biasa dideritanya semakin buruk, bila biasanya hanya sehari dan setelah kompres air hangat dia langsung membaik, kali ini semua terapi yang aku jalanin tidak memberi dampak menyamankan buatnya.
Sejak jum'at kemarin sepulang dari les, dia mulai mengeluh skait pada perutnya. Malam, sepulang aku dari kerja dia ingin agar dapat tidur sama aku dan aku hanya mengoleskan minyak telon sambil di pegang perutnya dengan tanganku, malam itu berlalu dengan lumayan nyaman, walau dia berkali kali terbangun karena kesakitan.
Hari sabtu perutnya sudah agak nyaman, karena itu kami mengijinkannya buat kursus lagi, dan tidak lupa kami bekali dia dengan makanan ringan supaya dapat dia makan saat jeda. Selesai kursus jam 12.30, dan karena kami ada keperluan, kami membawanya ke hypermart dulu. Dan karena dia lapar, kami ajak dia makan dulu. Saat itu dia belum mengeluhkan sakit, hanya dia bilang lapar. Saat kami belanja, wajahnya mulai pucat dan dia bilang kesakitan di perutnya. Kami percepat belanja, dan pulang , dia kesakitan sekali, aku cuma beri minyak telon, kompres air hangat aja. Sampai dirumah dia berbaring dan masih sangat kesakitan. Sampai saat itu belum aku kasih obat apa apa, karena sepertinya kembung dan curiga ke arah gastritis, walau emang pada anak kecil kecenderungannya kecil.
Kompresan air hangat cukup melegakannya. Malam itu kami sekeluarga menginap di Jakarta , kerumah neneknya anak2, dia masih kesakitan tapi sudah lumayan berkurang.
Sabtu malam kembali sakit lagi, treatment tetap sama, dan berencana bila sampai minggu pagi belum pulih, akan bawa ke markas sehat.
Minggu, kondisi kembali memburuk. Makan , minum masih mau, tidak ada diare, BAB normal, tidak ada batpil, tidak ada muntah, hanya sakit perut pada bagian ulu hati dan perut sebelah kiri. Aku sudah menyingkirkan kemungkinan usus buntu, karena dia masih bisa berjalan, dan saat ditekuk kaki nya ke arah perut, dia tidak mengeluh sakit.
Kami membawa ke Markas sehat dan diperiksa sambil di diagnosa gejala2nya. Gejala yang ditunjukkan mengarah ke dispesia fungsional , yang menggambarkan keadaan yang kronik berupa rasa tidak enak pada daerah perut , sakit di ulu hati. Butuh observasi untuk melihat kemungkinan adanya luka pada saluran cerna. Treatment tetap sama, paracetamol untuk megurangi rasa sakit .
Disana aku ceritakan juga mengenai kemungkinan masalah psikologis, sehubungan dengan baru masuk sekolah dan ada masalah dengan teman sekolahnya. Karenanya dr.ian memberi arahan spy putri bisa melepas emosi dengan cara cara yang baik. Putri kayaknya seneng banget di nasehatin gitu, dan aku berharap mudah2an masalah psikologis bisa teratasi.
Namun ternyata tidak semudah itu. Sepulang dari dokter, kondisi membaik, namun memburuk lagi sore sampai malam hari. Sepertinya masalah psikologis dapat kami singkirkan sementara, dan sakitnya memang fisik. Makan minum masih normal, BAB BAK normal, hanya sakit yang teramat sangat daerah perut kiri dan ulu hati. Saat di tekan kadang sakit sekali, kadang hanya nyeri katanya.
Terus terang , untuk kondisi ini aku bingung banget, bila sakit ada batuk pilek, diare, muntah, gejalanya sudah jelas , sakitnya jelas, treatment nya jelas, dan aku selallu bisa tenang . Tapi untuk sakit perut kayak gini, ga jelas sakitnya karena apa, dimana, harus bagaimana. Bentuk sakitnya abstrak, walau aku pernah juga ngerasain yang sama saat kecil dulu dengan diagnosa maag kronis sampai aku harus terbiasa minum obat belasan butir untuk mengobatinya. Aku ga mau putri harus merasakan yang sama, aku masih harus mencari apa yang sebetulnya terjadi. Suamiku juga ga mau bawa dia ke RS, karena trauma dengan perlakukan RS , saat putri 5 bln, 10 bln, dan 1,5th harus dirawat dulu , diberi bermacam2 obat yang kita sendiri ga jelas fungsinya, diberi AB tingkat tinggi, diberi suntikan ini itu, tes darah berulang2... wah no no no.. suamiku ga mau itu terjadi. Dia masih berharap tretment dari dokter Ian bisa mengurangi sakitnya dan observasi yang kami lakukan dapat mengetahui apa penyebab , pemicu dan treatment apa kedepannya kami bisa lakukan untuk Putri.
Kalo masalah jenis makanan, dirumah kami makan makanan yang less garam, masih bergaram tp kadarnya kecil, vetsin sudah tidak, mie instant adalah makanan langka buat kami, minyak/goreng2an juga sedikit, paling juga untuk tumisan aja, bahkan ayam goreng pun jarang krn biasanya kami buat dlm sayuran. Buah insya Allah selalu ada, sayuran juga Putri makan walau ga banyak. Pedes2an emang dia ga mau dan ga bisa (rentan diare), jadi apa dong yaaa..... Di sekolah catering nya pernah aku coba ,dan rasanya lumayan, no vetsin, no msg dan bersih.
Kalo waktu makan juga teratur, sarapan selalu sebelum brangkat sekolah, siang dia makan catring, sore pulang skul makan lagi. Disela2 sekolah aku siapkan biskuit dan makanan kecil lainnya. Jadi sebetulnya kalo makan ga teratur ya gag juga sih... bingung kan...
Lalu pikiran, hadduuhhh anak 9 tahun apa ya yang dipikirin, ya emang sih dia kemarin agak kecewa karena harus lengser dari kedudukannya sbagai ketua kelas dan sekarang hanya jadi Bendahara, tapi itu sudah kami selesaikan dan dia sudah mengerti bahwa tidak selalu harus jadi pemimpin, dan menerima kekalahan harus dengan ikhlas dan sabar. Nah yang jadi beban mungkin ada temannya yang terkenal badung di kelas yang selalu memojokkan dia, putri sering diolok2 dengan macam2 lah ... Aku emang bete banget ama anak nakal ini, tapi setahuku emang guru2 sudah menaruh perhatian lebih ke anak badung ini, makanya anak ini dijadiin wakil ketua kelas, supaya punya tanggung jawab kali ya. Dan putri yang ga suka ketidak disiplinan jadinya emosi saat si wakil yang badung ini malah semakin memperburuk suasana kelas. Kasian putri, aku mungkin akan menunggu saat yg tepat untuk bisa tanyakan lagi kondisi putri di kelas kepada guru wali kelasnya.
Hari ini hari sudah masuk Rabu dini hari, dan tiap sore sampai malam, sakitnya kembali kambuh, barusan dia muntah, dan baru dia bisa tidur.. yaaa sudah nyaris 5 hari dan kondisinya belum membaik secara permanen. Aku bingung sekali.... Ingin sekali ikut mengambil rasa sakitnya itu, tidak tega lihat air mata nya menahan sakit . Sedih hati ini saat hanya mampu melihat tanpa tahu apa yang dapat membuatnya nyaman .
Yaaa aku hanya mampu menghiburnya lewat kata kata, semoga ini menjadi pelajaran bagi aku, putri dan kami sekeluarga untuk belajar sabar menghadapi cobaan , menghadapi teguran Allah, menghadapi sakit dengan ikhlas.....
Putri, ibu sayang sekali sama Putri, cepat pulih ya nak, dan jangan sakit sakit lagi....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar