Senin, 12 November 2012

Bijakkah guru itu ... Apr 11, '07 4:21 PM

   'Bu, masa binder kaka yang monokurobu di buang sama ustadz, Itu kan hadiah dari ibu        atas kepulangan kaka dari liburan kemarin kan bu.."
Begitu isi SMS Putri pertamaku barusan. Kaget banget aku baca nya, bukan karena hilangnya binder kaka, tapi kenapa ustadz (guru) nya . Untuk mendapat penjelasan gimana prosesnya, langsung aku telp kaka. Menurut versi kaka, memang kk salah karena bawa binder monokurobu nya ke mesjid saat pelajaran Qiraaty. Saat itu teman2 nya melihat dan rebutan minta lembaran kertas binder itu. Saat ustadznya melihat langsung diambil dan di lecekin trus dibuang.
Aku tanya ke kaka, apakah ada penjelasan kenapa dibuang ? menurut kaka tidak ada.

Aku coba menenangkan kaka yg sedih dan mulai nangis, dia tahu kalau dia salah karena bawa binder saat pelajaran, tapi dia sedih karena binder itu adalah hadiah dari aku, dan dia anggap itu adalah hal yg sangat tidak tergantikan walau aku dah bilang ga papa dan akan aku ganti.  Setelah mencoba memberi penjelasan seadanya dan menjanjikan akan menjelaskan lebih detail nanti malam, akhirnya kaka bisa diam dan tdk sedih lagi. Selesai lah pembicaraan di telepon.

Setelah itu aku mulai menganalisa... apakah bijak seorang guru membuang barang milik anak muridnya tanpa penjelasan.  Apakah hal ini tidak menimbulkan trauma pada anak2 apalagi ini anak kelas 1 SD dan dia diperlakukan spt itu didepan seluruh murid2 lainnya. Apakah tidak lebih bijak untuk menjelaskan secara personal kepada anak tsb mengenai kesalahan yg telah diperbuatnya sehingga anak tsb mengerti dan tidak sedih.
Nanti malam aku ingin mengorek keterangan selengkapnnya dari putri sehingga jelas permasalahannya dan jika memang perlu aku akan menulis di buku penghubung mengenai keberatanku atas perlakuan ustadznya tersebut.
Betulkah tindakanku ..? apakah aku yg berlebihan menanggapi masalah ini ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar