Senin, 12 November 2012

Maafkan Kaka bunda..... Apr 13, '07 2:32 PM

Barusan kaget juga terima telepon dari putri , dia nangis dan langsung berucap ..
"Maafin kaka bunda, kaka dah banyak salah sama bunda, dari kecil kaka selalu nyakitin bunda, kaka suka nakal sama bunda, kaka pernah mukul bunda... kaka mohon ampun bunda....."
begitu kira2 ucapannya sambil sesegukan menangis. Jelas aku bingung, tapi aku tetap berusaha tenang dan membiarkan dia menyelesaikan pembicaraannya. 
Aku hanya bisa berkata bahwa semua kesalahan itu telah ibu maafkan saat itu juga, dan tidak ada kekesalan lagi dalam diri seorang ibu terhadap anak2nya selama kaka berjanji tidak akan mengulangi dan kaka telah menyadari segala perbuatan kaka.

Kemudian dia bercerita kalau tadi pada acara 'keputrian' di sekolah, dilakukan semacam perenungan , dimana seluruh murid dalam posisi tiduran, memejamkan mata dan diiringi musik pelan disuruh untuk membayangkan wajah kedua orang tua dan memikirkan bagaimana hidup tanpa kedua orang tua , disaat itulah emosi mungkin bangkit dan segala refleksi perbuatan akan terbayang kembali. Kaka bilang saat itu yang terbayang olehnya adalah perbuatan yg telah dilakukan olehnya terhadap ibu dan bapak, saat dia marah, ngambek, banting2 barang, dan lain sebagainya. Kaka bilang kalau saat perenungan itu kaka menangis sampai sesegukan dan benar2 malu dan menyesal atas perbuatannya. 

Kaka.... seandainya kamu tahu apa yang ada dalam hati ibu, apa yang kamu rasakan adalah apa yang ibu selalu rasakan pada nini (mamahku) , betapa banyaknya dosa yang telah aku lakukan pada mamah yang aku rasa sampai kapanpun tidak akan pernah dapat kutebus. Segala pengorbanannya untukku tidak akan pernah dapat kugantikan, segenap cinta kasihnya belum dapat aku balas ...

Namun .. saat ini aku juga seorang ibu, dan aku yakin apa yang aku rasakan adalah apa yang mamah rasakan... Tidak pernah ada dendam terhadap seorang anak, tidak pernah ada amarah berkelanjutan terhadap sikap anak yg sekedar nakal. Marahku saat itu hanyalah berlaku saat itu, segala kesalku hanyalah berlaku sekejap. Semua telah tergantikan dengan melihatmu berkembang, berjalan, tersenyum, bermain, tertawa.. semua telah terbayarkan dengan pelukan, ciuman dan manjamu padaku....

Ya..... cinta ibu sepanjang masa...... semoga aku dapat menjadi anak dan ibu yang baik.
Ka.... saat ini juga ibu akan meneruskan teleponmu ke nini (mamahku), ibu akan meminta maaf sekali lagi atas segala yg telah ibu lakukan. Dan ibu akan ucapkan betapa ibu mencintai dan menyayanginya....

Terimakasih atas keberadaanmu di dunia, menemani hidupku, menguatkan langkahku, menjagaku agar selalu ingat akan segala kebaikan...
Ibu akan selalu mencintai kalian..... semoga kalian akan menjadi anak yang sholeh dan berjalan dijalan yang lurus sesuai dengan syariat agama. Amiinnn....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar