rizquita wrote today at 11:12 AM
Untuk Kedua orang tuaku.Beribu terima kasih aku ucapkan. Karna peruanagan kalian. Dari kecil sampai sekarang, kasih sayangmu tak pernah terhentikan. Dan pernah aku membencimu.. tak pernah aku kesal padamu.. (kali ya? kalo salah, maaf deh..) Beberapa tahun berlalu. Kini aku sudah dewasa. Waktunya aku menempuh perjalananku. Tapi aku masih mau membahagiakan kalian. Dan tak mau mengecewakan kalian.Sudah waktunya aku berjuang. meraih cita citaku. Dan aku tau, Nilai nilaiku juga bisa membuat kalian bahagia. Inilah yang bisa aku sampaikan. Beribu Cinta dan kasih sayang yang telah kau tebarkan. Betapa tegarnya perjuanganmu. Aku tak bisa hidup tanpa ibu dan bapakku. aku tak tau apa yang akan terjadi bila aku tampa mereka. Hatiku sepi. Hatiku Rindu. Teriamakasih Ibu, terima kasih Bapak.. Ilove you Full...
====================================
Itu adalah tulisan Putri di Guestbook-ku yang baru aku baca sore ini....
Putri .... dia memang memiliki empati dan rasa sayang yang tinggi sekali, walau memang manja dan tingkah kekanakan masih melekat padanya. Namun sekarang dia sudah lumayan lebih dewasa, sudah mengerti sedikit tanggung jawab terutama untuk dirinya sendiri. Aku tidak mau memaksanya untuk belajar, namun biarlah dia yang merasa bahwa belajar itu adalah kewajiban dan kebutuhannya.
Putri memang lebih cenderung sepertiku, lebih mengungkap rasa lewat karya dan tulisan. Dalam bicara dia sulit mengungkap sesuatu kecuali dalam suasana tenang dan dia sudah mendapat kenyamanan untuk bercerita, karena itu , jika aku melihat dia sedang tidak nyaman untuk bercerita, biasanya kami bertukar sapa lewat tulisan.
Mungkin sebagian orang berkata kami orang yang aneh, bahkan dalam satu rumahpun kami bisa ber chatting hanya untuk memohon sesuatu. Aku menghargai itu, karena dia tidak ingin adik2nya tahu, atau dia belum siap menerima penolakanku lewat kata kata atas permintaannya. Biasanya jenis komunikasi ini lebih lancar kami lakukan, dan ikatan batin antara aku dan dia semakin besar, krn serasa kami memiliki rahasia berdua lewat chatting dan bertukar message di MP atau FB. Thanks to teknologi .....
Lalu burukkah komunikasi seperti ini ? Ga lah.. karena kamipun tetap komunikasi verbal... kegiatan rutin yang selalu aku lakukan adalah mengumpulkan mereka setiap pulang kerja , hanya utnuk sekedar menanyakan hari mereka. Mereka udah tahu, dan selalu bergilir cerita, jadi kalau hari ini susunannya PGM (krn si F blm bisa curhat), nah besoknya GMP, dst...
Yang lucu kalo salah satu curhatnya kepanjangan... yang lain dah nguap karena ngantuk sampe mohon supaya duluan curhatnya... hehehehe .. kaya antri BLT aje. Nah setelah kegiatan itu , aku selalu memberi reward pada mereka yang telah berhasil menjalani hari dengan baik. Ya rewardnya ga macem2 kok, kadang permen (hehehe ini salah emaknya yg ngebiasain permen), atau biskuit, atau roti dan apa aja yang kadang aku bawa dari kantor atau beli di kereta saat perjalanan pulang. Mereka ga peduli dengan harga nya tapi nilai dari penghargaan itu selalu mereka nantikan.
Dan bila mereka menjalani hari dengan suatu keburukan, punishment jg aku berikan, ga susah2 kok , paling ga boleh main internet 1 hari, atau ga boleh nonton DVD, dan yang kesalahannya parah, aku hukum dengan ga boleh ikut jalan2 ... wahhh kalo gini mereka bakal ngamuk, krn itu mereka terus berusaha menjadi baik demi reward dan meminimkan punishment.
Anak anakku sudah semakin besar... mereka semakin menunjukkan karakter yang kuat atas diri mereka. Biarlah mereka berkembang apa adanya, kami , orangtuanya hanya mengarahkan pabila perkembangan mereka melenceng dari garis yang ditetapkan. Biarkan putri berkarya denga tulisan2nya, dengan karyanya, sepanjang dia masih bisa mengungkapkan rasanya dan percayanya pada kami, orangtuanya..
Semoga Allah selalu melindungi kami, dan terus memberi kami kesabaran dan kemudahan dalam mendidik mereka....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar