Hari Rabu lalu (30-04-08) sepulang aku dari kantor, aku mendapati sebuah bingkisan tertutup kertas kado di samping tempat tidurku. Aku tahu pasti ini dari Putri ku, karena memang itulah kebiasaannya untuk memberiku surprise atau sekedar mengucap cinta dan sayang. Siangnya dia udah SMS bahwa dia akan memberikan kejutan buatku. Dugaanku adalah hasil karya kreatifnya, biasanya ya gambar , puisi, kreasi apa lah yang buatan dia sendiri.
Melihat bingkisan itu, aku langsung duduk di pinggir tempat tidur, dan dari sudut mata aku melihat Putri ngintip di balik pintu kamar. Aku hanya tersenyum dan mencoba menjadikan momen ini sbg momen yang berharga bagi kami berdua. Aku sengaja belum memanggilnya ke kamar, karena aku ingin mengetahui dulu hadiah apa dari dia kali ini.
Perlahan aku buka bingkisan itu, dan ternyata didalamnya adalah lembar sertifikat kelulusan Putri dari Qiraaty-nya dan skrg siap untuk mulai ke Al-Qur’an. Alhamdulillah...... Senyum bahagiaku tidak dapat aku sembunyikan, aku bahagia dengan caranya ingin membahagiakanku, aku bahagia dengan apa adanya dia.
Aku langsung memanggilnya dan dia sambil tersenyum berlari kearah tanganku yang membentang siap untuk memeluknya.
Dalam pelukan itu aku ucapkan selamat atas prestasinya dan dia pun tertawa bahagia.
Setalah itu kami mulai lah perbincangan rutin kami, menanyakan kabar masing2 dan kegiatan apa yang sudah dilakukan hari ini. Dia cerita kalau hari ini dia ujian kelulusan Qiraaty, dan semua bisa dilewati dengan sukses. Tidak ada hambatan, dan besok putri mulai beralih ke Alqur’an dan Gharib (aku masih blom paham apa arti gharib dan maksudnya ngapain).
Sistem belajar Alqur’an di sekolah anakku memang menggunakan sistem Qiraaty dan bukan Iqra, dan sepertinya metodanya lebih baik dan sangat tegas dalam penilaian bisa tidaknya murid dalam membaca dan tajwidnya. Pengajar Qiraaty juga kabarnya harus bersertifikat dan belum begitu banyak. Dalam kelulusan ini pun , setiap murid melewati tes dan tiap lembar yang di baca tidak boleh salah pengucapan dan panjang harokatnya. Mungkin Putri bukan termasuk yang cepat dalam menyelesaikan Qiraaty 1 sampai 6 –nya, aku tidak pernah memaksakan, yang aku inginkan hanya bahwa dia menyukai dan tidak tertekan dalam pelajaran ini.
Saat ini Indah sekali kalau mendengar putri mengaji, beda dengan aku yang pakai sistem bisa sendiri , sampai sekarang masih suka salah baca-nya dan lancarnya juga masih kalah sama Putri. Alhamdulillah.....
Keesokan harinya sejak subuh dia minta disiapkan Alqu’an untuk dibawa kesekolah dan karena aku ga punya Al-qur’an baru, jadi sementara aku beri Al-qur’an lama tapi yang masih agak rapi dan jelas tulisannya untuk dibawa ke sekolah Putri. Aku tanya apakah dia mau bawa Al-qur’an yang ada, krn memang tulisannya agak kecil, yang tulisannya agak besar sudah agak kusam karena sudah lama dan banyak dipegang. Putri ga keberatan, dan langsung merapikan dan menyiapkan di dalam tasnya.
Dia bahagia sekali dan minta doa dari aku supaya hari ini saat qiraaty dia bisa lancar dan ga banyak salah. Tentu saja ibu slalu mendoakanmu nak....
Sekarang sebelum tidur, dia menyempatkan diri untuk menunjukkan kemampuannya di depanku, hari Senin kemarin dia sudah melewati halaman 13 surat Al- Baqarah dan saat dia mengaji, aku sangat terharu dan bangga sekali mendengar suara nya dan cukup sempurna mengucapkan kalam Illahi. Subhanallah ...... Aku malu juga sih, karena kualitas ku dengan putri sangat jauh .... wah kudu belajar lagi nih.....
Hari ini aku ingin memberikan Al-qur’an baru ke Putri. Al-qur’an ini hadiah dari BNI Syariah saat ultah WRM kemarin di Detos, sebetulnya yang dapet anaknya temanku, tapi krn putri ga juara, mereka sepakat ngasih ke Putri, tulisannya jelas, tidak terlalu besar dan ada terjemahannya.
Semoga Putri senang dengan hadiahnya dan bisa bermanfaat buat dia untuk menemaninya setiap harinya membaca ayat2 suci..
Sekrang dibungkus kado ahhh.... dia pasti senang sekali.... hmmmmm ... can’t wait for tonight . 
Tidak ada komentar:
Posting Komentar