Senin, 12 November 2012

SMS - an putri Ibu dan Bapak Jun 6, '08 4:18 PM

Kamis, 05-06-08

SMS kaka ke ibu : "Bu, hari ini hari yang membosankan. Walau bahasa Arab nilainya 10, tapi kaka tetap lesu. UAS besok 1 buku harus apal. Banyak tugas. Gara2 itu kaka jadi BETE (NANTI HARI SABTU MINGGU SEMUA JALAN2 KAKA SURUH JAGA RUMAH, CAPCAI DEH) "

Ibu cuekin.... ga bales2,  males ....

SMS Kaka ke ibu : "kok ga dibales2 yang tadi kaka tulis "

SMS Ibu ke kaka : "Trus ibu harus jawab apa ?"

SMS Putri ke ibu : " Tapi rasanya memang begitu "

SMS Ibu ke kaka : "yang perlu kaka ingat, ibu bapak pasti selalu mendoakan anak2nya. Cinta ibu bapak ga akan pernah hilang"

=================== finish ==================

Pulang di rrumah , dia peluk dan minta maaf ...

=======================
Jum'at 06-06-08

SMS Putri ke ibu : "Bu, Kenapa ya, kalo kaka ada salah, tetapi kaka sudah minta maaf ke ibu, kesalahan itu  selalu teringat. Contohnya yang dulu "

SMS Ibu ke kaka: " Diingat supaya kaka tidak mengulanginya lagi. Supaya kaka menjadi lebih baik lagi. Ibu sayang kaka, ingat itu slalu"

SMS Putri ke ibu  : "ooh jadi begitu ya .."

SMS Putri ke bapak : "pak, kk minta maaf kalo kaka ada salah. Kaka janji kesalahan itu tidak akan terulang (I LOve You Dad)"  

SMS Bapak ke putri : "ya ka.. bapak juga sayang kaka, smoga kaka bisa menjadi contoh yang baik buat adik2nya"

SMS Putri ke bapak : "ya pak, kaka akan ajarkan yang baik, moga2 aja kaka bisa sabar nanganin itu"

================================

Putri... selalu memainkan perasaan kami sebagai orangtuanya... 
Kami kadang ga tahu apa yang harus kami lakukan ... 
Dulu , bila dia mengeluh spt ini, aku merayunya dan mencoba meningkatkan kepercayaan dirinya, hasilnya ,....???  setengah jam nelfon, sepulang kantor memeluk dan merayunya, namun hanya tangisan dan kelonggaran yang dia dapat. Artinya, aku kalah dan membebaskan dia dari kewajibannya belajar.

Tapi dari yang aku pelajari dari tingkahnya ini, aku harus berubah haluan , aku harus  konsisten, dan tidak boleh terpengaruh oleh keluhannya. Semakin dia di - alemin, makin dia manja dan aku takut dia memanfaatkan itu.

Akhirnya aku ambil sikap mengacuhkan keluhannya bila dia mengeluh dan mengeluhhh terus,  dan ternyata ampuh ... karena mungkin memberi dia kesempatan berpikir bahwa ibu nya tidak dapat masuk ke permainan dia. 

Atau bila aku tidak menjawab sms -nya dan kemudian dia nelfon, aku tidak meladeninya dengan sikap merayu, tapi lebih kepada mendengar dan membiarkan dia mengeluarkan emosinya (thanks to pa Hindra yg ngasih tips ini) . Dan kata kunci "trus ... trus.... " ternyata cukup ampuh, karena pada akhirnya dia sendiri yang mengambil kesimpulan dengan ucapan akhir "ya bu, kaka akan belajar or kaka akan sabar" ...

She's so special .... 

*dari seorang bunda yang masih harus belajar dan belajar untuk lebih bijak*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar