Dia sudah menyadari bagaimana menjadi anak perempuan satu-satunya, berusaha membantu ibunya dengan sebisanya. Dia sekarang begitu dekat dengan adiknya, Fadhl, mulai dari makan, mandi, bahkan curhat dan bermainpun, mereka sudah seperti tak terlepaskan.
Tidak... tidak ada pemaksaan sama sekali dari diriku untuk mewajibkan dia mengurus adik dan membantu dalam urusan rumah, namun memang aku selalu berusaha mengajarkan kemandirian, bantu apa yang bisa dibantu, dan mungkin dia bete juga kali ya, ngeliat ibunya kalo kecapean suka ngoceh sendiri..
.
Lucu kala melihat dia bersiteru dengan si bontot di kala mandi
Trenyuh kala melihat dia menemani adiknya makan, dan terkadang menyuapi
Bangga tatkala melihat dia dengan gesit mencuci piring kotor
Ngikik saat melihat dia emosi menghadapi ke'super' an adik2 cowoknya
Kasian tatkala melihat dia berusaha belajar dengan serius, lalu kelaparan, lalu mencoba bikin susu sendiri....
You're really my angel...
She's big now... kok ya semakin takut untuk melepasnya ke pesantren tahun depan yaa... bapaknya udah mundur tinggal terserah aku, dan sepertinya aku agak ragu juga, secara semua keluarga besar tidak ada yang mendukung untuk itu. Hmmm tapi disatu relung batinku , aku yakin ini yang terbaik bagi dirinya, menjalani pendidikan jauh dari ibu bapaknya, membina kemandirian yang sesungguhnya, belajar dengan lingkungan yang benar. Yaa masih ada waktu 8 bulanan bagiku untuk berpikir, smoga Allah memudahkan diriku untuk menentukan jalan terbaik untuk putriku.
btw kok napa fotonya gw serasa narsis yak...hihihi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar