Waktu sangat sangat cepat berlalu, Bulan Februari lalu test Boarding School Putri, terima kelulusan. Maret pembayaran awal yang dilengkapi juga panduan calon siswa beserta perlengkapan yang harus disiapkan . Mental masih sangat-sangat siap. Ahhh masih bulan Juli nanti, santai lah...
Dan kini sudah bulan Mei, yang artinya 2 bulan lagi , mau tak mau kami harus melepas bocah sulung putriku ke kehidupan baru meniti jenjang pendidikannya. Pilihan, ini memang pilihan kami, yang kami sangat sadar bahwa untuk itu kami sangat membutuhkan kesiapan mental .
Anaknya sih terlihat santai aja, dia sadar bahwa niat kami menyekolahkan dia jauh dari kami adalah demi kebaikannya, jadi harusnya beban kami sedikit terangkat dong ya. Namun kenyataannya, dan seperti sharing teman2 sebelumnya, sesungguhnya keberatan lebih terasa bagi sang bunda. Makin hari makin mellow, tiap anaknya pulang sekolah, pengennya di pelukin , diciumin , diladenin, trus kalo dia lagi bengong, si emak ikutan bengong.... bentar lagi kamu hidup mandiri ya nak...
Jumat sabtu kemarin Putri mabit pra UN di Cisarua-puncak. si emak udah mulai ribet, siapin semua keperluannya dengan detail. pura2 ga mellow, melepas dengan pelukan dan sedikit nasehat dan doa.
Malam2 si emak mulai gamang, bentar2 ngintip jendela, kok mba belom pulang yaaaa.. Entah lupa entah sengaja berharap putri pulang sesuai jadwal pulang sekolah.
sabtu subuh, si babe pulang dari mesjid langsung ketok kamar putri, "mba, bangun, subuh, shalat dulu', trus buka pintu kamar , dan diam termangu, menatap kamar kosong karena si empunya lagi mabit . Terlihat sekilas rasa kangen dari wajah bapakya. hiks, kita sama2 mellow ya pa.
Hadeeuhh itu baru sehari, gimana nanti yak... tapi ga boleh mundur dong, dan yang jelas, putri ga boleh lihat kesedihan kami, nanti bisa2 dia ikutan gelisah. Hayooo emak.. semangat, kudu siap melepas, karena ini semua adalah perjuangan, latihan untuk menguatkan bahwa kami mencintai anak2 kami karena Allah. Dia menuntut ilmu karena ingin mendapat bekal yang kuat. jadi tidak pantas kami menahan...
Bismillah.... ibu bapak kuat, insya Allah.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar